2 Warga Luak Limopuluah Ikut Jadi Penumpang JT 610

By BAKINews 05 Nov 2018, 14:17:49 WIB 50 kota

Limapuluh Kota, BKNews----Tami Julian, putra asal Jorong Aia Randah, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, satu dari 189 penumpang pesawat Lion Air penerbangan Cingkareng menuju Pangkalpinang dengan nomor penerbangan JT 610 yang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandara Udara Internasional Sukarno Hatta Pukul 06:20 Wib menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang). Anak tercinta Ir.Iriun panggilan Yun (57) dengan Aprilia panggilan Via (56) ini bekerja di perusahaan Telkomsel di Bangka Belitung. Tami Julian, terhitung sudah hampir dua tahun bekerja di Perusahaan Telkomsel di Bangka Belitung. Seyogyanya, Tami Julian pada Senin (29/10) kemarin itu, kembali masuk kerja setelah menyelesaikan tugas di Jakarta. Memang sebelum bertolak menuju tempat kerja di Bangka Belitung, Tami Julian tidak sempat pulang kerumah orangtuanya di Bengkulu, Propinsi Bengkulu. "Memang Tami Julian salah seorang penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Pangkalpinang. Dia hendak kembali ketempat kerja setelah menyelesaikan tugas di Jakarta, tapi tidak sempat pulang ke Bengkulu tempat orangtuanya," sebut sepupu Tami Julian, Robi Muksis di Jorong Aia Randah, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (29/10) saat bercerita dengan awak media.

Diceritakannya, Tami Julian bersama kedua orangtuanya dan dua orang kakaknya merantau ke-Bengkulu. Mengingat ibunya, Aprilia bekerja sebagai guru SMA di Bengkulu sedangkan ayahnya merupakan pensiunan Dinas Peternakan Bengkulu. Namun, keluarga besar kedua orangtuanya sama-sama dari Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang. "Sudah hampir 25 tahun kedua orangtuanya merantau di Bengkulu. Dan kelurga besar ayah dan ibunya di sini (Aia Randah,red). Dan Tami Julian sendiri saat kuliah di Unand Padang pulangnya saat libur kesini, Aia Randah. Begitu juga setiap tahun ketika lebaran selalu pulang dan berkumpul bersama disini," sebut Robi. Dia memang dalam waktu dekat ini tidak ada komunikasi dengan Tami Julian. Namun dari grub WashApp kelurga besarnya, Robi melihat tulisan Tami Julian mengaku telah cek in dan hendak berangkat menuju Pangkalpinang dengan pesawat Lion Air. "Komunikasi secara langsung tidak ada, tapi dari informasi di grub WA kelurga besar kalau Tami sudah cek in dan siap berangkat ke Bangka Belitung, itu saja informasi dan komunikasi terakhir dengan Tami," sebutnya.

Istri Kakak Ipar, Aprilia, Yusniwarti mengaku sedih saat menerima kabar jika Tami merupakan salah satu penumpang pesawat Lion Air yang mengalami kecelakaan jatuh di Kerawang. "Saya akan ke rumah di Air Randah. Saat mendengar informasi itu saya langsung menutup kedai saya di Pasar," sebutnya dengan mata berkaca-kaca sambil berdoa agar Tami Julian selamat. Selain Tami Julian, Fauzan Azim warga Balai Mansiro, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, ikut jadi penumpang pesawat Lion Air tujuan Pangkalpinang. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Am dan Mariati ini bekerja di Konsultan Keuangan. Pemuda ini seyogyanya Senin itu masuk bekerja di Pangkal Pinang. "Tadi Orangtua Fauzan Azima sudah berangkat menuju Jakarta. Dan memang Fauzan merupakan salah satu penumpang Lion Air," sebut salah seorang masyarakat setempat, In. (Doddy/Kumis)

 

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment