Berawal dari Telepon Salah Sambung, Duda Beranak Dua Garap Siswi SMP

By Rudi Syafri 13 Feb 2018, 13:53:34 WIB Payakumbuh
Berawal dari Telepon Salah Sambung, Duda Beranak Dua Garap Siswi SMP

Payakumbuh, BKNews--Gara gara telepon nyasar, seorang siswi kelas 2 disalah satu SMP di Kabupaten Agam menjadi korban rayuan maut seorang duda beranak 2 berinitial W (41) asal Andaleh Bawah, Tanjuang Baruah, Kabupaten Limapuluh Kota. Akibat terbuai rayuan maut itu, gadis lugu yang masih duduk dibangku SMP bernama Melati (15) (bukan nama aslinya, red) jatuh terjerembab ke dalam pelukan pria W. Tak hanya sampai disitu, selama dua hari Senin-Selasa (29-30/1) lalu, tanpa pengetahuan orang tua Melati, pria W berhasil membawa kabur Melati dan menyentubuhinya sampai 10 kali.

 

Namun, petualangan cinta penuh nafsu yang diperankan W berakhir dibalik jeruji besi Polres Payakumbuh, setelah anggota Satreskrim Polres Payakumbuh pada Rabu (31/1) sekitar pukul 23.00 Wib berhasil mengamankannya di rumah kontrakan di Balaibatuang, Kelurahan Talawi, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, saat tidur nyenyak.

Perbuatan W, diketahui saat siswi SMP berinisial, Melati pergi dari rumah tanpa sepengetahuan kedua orangtua dan keluarganya untuk bertemu dengan W, yang sudah menjalin komunikasi melalui handphone selulernya sejak tahun 2017 lalu. Kasus itu bermula ketika telpon Melati nyasar kepada W, dan dimanfaatkan untuk berkenalan dan merayu Melati oleh W. Ketika itu, W juga mengaku masih berusia 30 tahun dan tinggal di Payakumbuh. Namun, hubungan W dan Melati dari tahun 2017 sampai Senin 29 Januari 2018. Puncaknya, W dan Melati janjian bertemu di Candung, berlangsung lewat handphone seluler.

Tepat pada Senin 29 Januari 2018, W menelepon Melati untuk bertemu. Ketika itu W meminta Melati untuk tidak mengatakan kepada kedua orangtuanya alias pergi sembunyi-sembunyi. Merasa hubungan keduanya sudah akrab melalui HP selama ini, Melati akhirnya menuruti permintaan sang duda yang menjadi pacarnya lewat HP.

Saat bertemu siap Magrib Senin (29/1), W mengajak Melati pergi ke rumah kontrakannya di Kota Payakumbuh. Disinilah awal malapetaka itu datang. W menyetubuhi Melati selama dua hari sebanyak 10 kali. Tentu saja, kehormatan anak bungsu dari 6 bersaudara itu terenggut seketika oleh prilaku bejat sang duda.

Karena tidak pulang selama dua hari, orang tua dan abang Melati, cemas dan mencari tahu keberadaan anak perempuan satu-satunya itu. Melalui telepon Melati diketahui oleh abangnya berada di Kota Payakumbuh ditempat pacarnya. Saat itu juga Abang dan mamaknya menjemput Melati ke rumah kontrakan W. Kemudian dibawa pulang. Tidak terima dengan perlakuan terhadap Melati, akhirnya keluarga melaporkan perbuatan W kepada Polres Payakumbuh. "Atas laporan Polisi Nomor : LP/46/I/2018/tes, tgl.31 Januari 2018, dalam perkara persetubuhan terhadap anak dibawah umur, lalu kita lakukan penangkapan terhadap tersangka W di rumah kontrakannya sedang tidur. Dan kita juga sudah memintai keterangan kepada korban," jelas Kapolres Payakumbuh, AKBP Kuswoto melalui Kasatreskrim AKP Cambri Nasution, Selasa (6/2) kepada awak media.

Tersangka W, mengaku kepada penyidik jika sudah menggauli Melati sebanyak 10 kali dalam tempo dua hari. Dia mengakui awal perkenalan dengan Melati ketika mendapat telepon nyasar. "Memang saya awal kenalannya mendapat telepon nyasar, dari situ kenalan melalui telepon dan SMS-an. Kemudian akhir Januari kemarin saya ajak dia bertemu dan pergi ke rumah kontrakan saya. Kemudian disitulah saya dengan pacar saya itu melakukan hubungan layaknya suami isteri," akunya kepada penyidik.  “Untuk pengusutan lebih lanjut W sudah diamankan di rumah tahanan Mapolres Limapuluh Kota, dengan tuduhan telah melakukan perbuatan persetubuhan dengan anak di bawah umur,” pungkas Kasatreskrim AKP Cambri Nasution. (doddy/kumis)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment