Beton Cyclop Terindikasi Tak Sesuai Spek
Bau “Amis” Pengamanan Abrasi Pantai Galesong

By BAKINews 19 Jun 2017, 10:23:24 WIB Investigasi
Beton Cyclop Terindikasi Tak Sesuai Spek

Takalar, BKNews--Berbagai macam cara biasanya dilakukan oleh pihak perusahaaan konstruksi nakal agar dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar pada proyek yang sementara dikerjakannya. Mulai dari persoalan pembesian, material, tinggi rendahnya galian serta penghilangan salah satu item bangunan. Apalagi proyek tersebut berlokasi dititik yang cukup jauh dari pantauan masyarakat luas, terkadang kontraktor-kontraktor nakal dengan "gagah berani" berbuat nakal demi mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya.

 

Hal tersebut diduga dilakukan oleh PT. Yudha Nusantara Indah (PT. YNI) yang sementara mengerjakan proyek dari Kementerian PUPR senilai Rp. 5.520.720.000,-. Proyek pengaman abrasi pantai Galesong yang berlokasi di desa Sampulungan tersebut disinyalir dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis atau secara asal-asalan.

Pihak kontraktor diduga melakukan trik curang pada jenis dan kualitas material beberapa komponen bangunan dan persoalan pembesian sehingga diperkirakan akan berdampak buruk bagi kualitas dan umur bangunan.

Berdasarkan pantauan tim investigasi LSM BAKIN (Badan Anti Korupsi Indonesia) bersama media BAKINews biro kabupaten Takalar, pihak kontraktor salah satunya diduga menggunakan campuran material serta agregat tidak semestinya dalam pembuatan beton siklop (cyclop) untuk dasar bangunan pengaman abrasi pantai.

Ketua LSM BAKIN, Nursalam,S.Pd menyebut, pihak rekanan hanya menggunakan bahan timbunan sirtu dan semen dengan takaran serta agregat yang tidak jelas.

"Mereka menggunakan sirtu dan semen untuk membuat beton Siklop. Kami sementara disana dan melihat sendiri mereka mencampur dan kemudian menuangnya kedalam cincin beton (casing) dari beton siklop," jelasnya.

Beton siklop yang "wajib" memiliki mutu beton K-175 tersebut sepertinya akan jauh dari spesifikasi. Pasalnya, beton siklop diduga dibuat oleh pihak kontraktor dengan menggunakan takaran dan agregat yang tidak jelas, campuran material yang tidak sesuai standar serta campuran bercampur dengan air laut.

Para pekerja menggunakan sekop, sekitar dua atau tiga orang, mengisi mesin molen tanpa takaran, kemudian ditambahkan dengan 1/2 sak semen (karung semen langsung dibelah dua) dan ditambahkan dengan air yang juga dengan takaran yang tidak jelas. Hasil campurannya tersebut kemudian diangkut ke cincin beton kemudian dituang.

Yang lebih parah menurut Nursalam, cincin beton yang diketahui sedalam dua meter tersebut diduga diisikan campuran beton siklop versi kontraktor dalam kondisi tergenang air laut.

"Ini kami tidak tahu seperti apa teorinya bisa sampai kekerasannya K-175. Hasil investigasi awal, kami duga beton siklop dibuat hanya pakai sirtu tambah semen 1/2 sak, tidak ada takaran, terus ditumpahkan dalam cincin beton yang diduga tergenang air laut, gambar, video, dan sampel ada. Jangan tanya saya lagi yah soal siklopnya, tanya ke kontraktornya atau pengawasnya saja," tambahnya.

Selain persoalan beton siklop, LSM BAKIN juga sempat menyebutkan jika pihak rekanan juga diduga menggunakan pembesian yang tidak semestinya. Dalam gambar diketahui seharusnya menggunakan besi berdiameter 10 mm, namun kenyatannya dilapangan diduga menggunakan besi berdiameter 8 mm.

" cek saja lah..kan masih kelihatan dilokasi besinya. Kalau hasil investigasi kami, dugaan sementara mereka pakai besi 8 mm yang seharusnya besi 10 mm. Itu saja dulu. Karena selebihnya kami masih tahap investigasi lebih dalam, masih banyak yang perlu kami pelajari," tambah Nursalam yang biasa di sapa Salam.

Sementara itu, pihak PT. Yudha Nusantara Indah, Dg. Sele membenarkan jika material yang digunakan untuk membuat beton siklop adalah timbunan sirtu. "Iye, sirtu..." jawabnya.

Sementara pihak Direksi proyek, Hasan, ketika dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WA tidak menanggapi persoalan campuran material yang digunakan oleh kontraktor untuk membuat beton siklop dengan mutu beton K-175 tersebut.

Berikut sebagian petikan wawancara wartawan BAKINews dengan Direksi Proyek, Hasan, Kamis (15/06/2017):

Wartawan : "Oh iya pak, soal beton siklop pak, bisa dijelaskan seperti apa itu dan campuran materialnya yang digunakan di proyek pengaman abrasi tersebut?"

Direksi Proyek: "Beton siklop : 40 Batu gunung/batu Kali... 60 beyond dengan material kerikil"

Wartawan : "Trus tanggapanya tentang kontraktor yang hanya pake Sirtu + 1/2 sak semen? Kemudian ditumpah dalam cincin beton yang masih tergenang air laut?"

Direksi : "Ya kalo mau dikeringi sampai kering sekali ya tidak mungkin lah, karena memang kita laksanakan pekerjaan dipinggir pantai/laut... Paling kita minimalkan air laut dengan mesin pompa atau alat berat untuk menguras air yang tinggal, fungsi sirtu disitu untuk diambil batu-batu besarnya sebagai isian siklop yang 40 %"

Wartawan :" Saya ulangi pertanyaannya pak yah...campuran Sirtu + semen (cuma itu, tidak ada kerikil dsb), untuk siklop termasuk sesuai spesifikasi atau tidak pak?"

Direksi : "Coba kita klarifikasi saja dilapangan langsung"

Wartawan: "Trusz tanggapan mengenai temuan pembesian yang seharusnya menggunakan besi 10 mm tapi digunakan besi 8mm??"

Direksi : "Diproyek berjalan tidak pernah menggunakan besi 8mm tetapi sesuai design besi 10mm. Kenapa anda bisa mengatakan besi 8mm"

Wartawan : "Kami hanya menduga berdasarkan hasil investigasi dilapangan pak. Boleh dibantah juga"

Berdasarkan penjelasan dari pak Hasan, jelas bahwa campuran beton siklop melibatkan material kerikil. Material yang diketahui memiliki harga yang cukup tinggi. Dan dapat dibayangkan berapa material kerikil yang dibutuhkan untuk mengisi dasar bangunan sepanjang 276 meter, kedalaman 2 meter dan lebar sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Pernyataan Direksi Proyek juga senada dengan artikel yang dilansir kitasipil.com, salah satu artikel yang membahas mengenai beton siklop. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika beton siklop (cyclop) merupakan suatu bahan struktur bangunan yang tersusun dari campuran beton yang ditambah batu mangga. Komposisi beton siklop terdiri dari beton dengan mutu beton K-175 ditambah dengan volume batu mangga.

Kekuatan konstruksi beton siklop (cyclop) juga masih di bawah beton bertulang, tetapi masih lebih baik daripada konstruksi pasangan batu, Penyebabnya karena, beton siklop (cyclop) masih mampu menahan tegangan tarik dan tekan. Sedangkan, untuk pasangan batu hanya mampu menahan gaya tekan. tetapi untuk menahan tegangan tariknya sangat lemah. Beton siklop sering digunakan pada pembuatan bendungan, pangkal jembatan, dan sebagainya.

Komposisi pemasangan 1 m3 beton siklop diperlukan antara lain:

- 60 % beton campuran 1 PC : 2 PB : 3 KR (PC= Portland Cement, PB = Pasir Batu, dan KR = Kerikil)
- 40 % batu mangga ukuran 10-20 cm

Sementara itu, berkaca dari dugaan dan standar spesifikasi teknis tersebut, pihak LSM BAKIN berharap pihak PPK dapat segera mengambil tindakan investigasi untuk membuktikan hal tersebut. Dan jika benar, tentunya harus segera dilakukan perbaikan maupun pembongkaran atau yang paling fatal adalah pemutusan atau penghentian kontrak. Sebagaimana menurut Wulfram Ervianto dalam bukunya yang berjudul Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi (2004: 232) sebagaimana dikutip di meisyasalsabila.blogspot.com, bahwa peraturan dan perundangan yang berlaku di dunia proyek konstruksi yaitu:

"jika kontraktor tidak mengindahkan petunjuk /instruksi tertulis maupun lisan dari tim pengawas mengenai suatu pekerjaan atau bahan yang tidak memenuhi syarat, maka pihak pimpinan proyek berhak untuk menolak pekerjaan dan memerintahkan pembongkaran untuk dilakukan perbaikan/penyempurnaan atau berhak juga mengeluarkan perintah yang menghendaki pemberhentian kepada kontraktor yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan". BIN 038

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment