Caleg 3 Partai Besar Kota Solok Tersandung Kasus Money Politic

By BAKINews 29 Apr 2019, 13:33:07 WIB Kota Solok
Caleg 3 Partai Besar Kota Solok Tersandung Kasus Money Politic

Solok, BKNews----Manisnya kursi kekuasaan seringkali butakan mata manusia akan pentingnya arti dari sebuah kejujuran. Kota Solok sebagai kota yang diklaim kota rawan money politic ke 4 di Indonesia akhirnya kejadian juga. Hal itu terkait dengan adanya temuan dan aksi OTT oleh Bawaslu Kota Solok terhadap beberapa orang Caleg DPRD kota solok diminggu tenang sebelum pemungutan suara 17 April 2019.

Konfirmasi Bakinews terhadap Informasi temuan tersebut dengan Bawaslu Kota Solok, Anggota Divisi hukum penindakan pelanggaran dan sengketa Bawaslu kota solok Rafiqul Amin, Senin (29/4) di Ruangan rapat Gakkumdu kantor Bawaslu Kota Solok.

Dalam keterangannya disampaikan, bahwa benar telah terdapat temuan dalam penyelenggaraan pemilu baru-baru ini diwilayah kerja Bawaslu Kota Solok, dimana sampai hari ini sudah ada 4 (empat) kasus yang sudah kita proses dan dibahas di sentra Gakkumdu yang didalamnya terdiri dari anggota Bawaslu, Polres dan dari kejaksaan solok.

Dikatakannya" iya benar telah ada 4 kasus yang sudah kita proses di bawaslu dan gakkumdu kota solok, satu kasus curi start kampanye padang iklan di Solok TV , itu sudah ingkrah dan 3 kasus teduga politik uang (Money Politic) masih dalam pembahasan, dan dari tiga kasus itu, satunya hari ini kita akan pembahasan ke dua (SG2) disentra Gakkumdu. tutur Rafiqul.

Lanjutnya" kasus pertama yang telah ingkrah pengadilan dan ditetapkan hukumannya dengan inisial HR Caleg partai Gerindra Nomor urut 6 dapil Tanjung Harapan, dengan temuan kampanye diluar jadwal, kasus kedua juga caleg gerindra dapil tanjung harapan, inisial RH nomor urut 3, dengan temuan kakak kandung yang bersangkutan inisial JEN melakukan praktik politik uang, diduga bertindak dan berbuat untuk kepentingan caleg dan akan SG 2 hari ini disentra Gakkumdu, dan akan dilanjutkan ketingkat penyidikan. Selanjutnya masih money politic juga, kode inisial AM dari partai Golkar, caleg dapil 1 lubuk sikarah no urut 3(tiga) dengan temuan pembagian sprei melalui saudaranya inisial J".

" dan yang terakhir, Terduga AEP Caleg Dapil 1 Lubuk Sikarah dari Partai PPP nomor urut 2, kasus politik uang melalui orang kepercayaannnya. Karena modusnya para terduga pelaku kecurangan ini menggunakan jasa orang lain, tidak dilakukannya sendiri, dan hal ini tentu sebelum disepakati ketingkat yang lebih lanjut, perlu pembuktian dan pembahasan lebih juga, untuk menentukan unsur pasal yang mereka langgar" ungkapnya.

Sebelum mengakhiri percakapan dengan Bakinews, Rafiqul menambahkan kemungkinan besar ketiga kasus politik uang yang lagi intens mereka bahas akan berlanjut kepengadilan, itu mengingat temuan dan bukti bukti lain yang menguatkan dugaan atas diri pelaku sudah cukup kuat. "Yang jelas kita akan tegas dan berjalan sesuai yang sudah diatur dalam undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu".

Sementara, Akhirizal Dt. Rangkayo Basa dari Forum Rembuk Anak Nagari kepada Bakinews, Senin (29/4) via seluler. ketika dimintai tanggapannya terkait viralnya kasus kecurangan peserta pemilu oleh kontestan politik dikota solok, apalagi sebelumnya kota solok juga di klaim daerah rawan money politik tingkat ke 4 di Indonesia.

Menurutnya" saya sangat berharap bawaslu bersama gakkumdu kota solok, dapat berbuat dan berjalan sesuai dengan aturan yang sudah digariskan dalam undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu".

"Artinya ketika ada temuan, itu harus diproses lanjut sesuai tingkatannya, kalau memang seluruh bukti sudah mengarah kepada kecurangan dan memenuhi unsur pasal 523 ayat 2 terkait money politic maka harus sampai ke kejaksaan hingga putusan pengadilan".

Ditambahkannya, " patuh hukum ini mengingat sebentar lagi kota solok juga akan menghadapi helat demokrasi lagi untuk menyongsong pilkada guna pemilihan walikota yang baru, tentunya dengan tegasnya bawaslu dan aparat hukum sekarang ini, kita berharap ada efek jeranya, dan tidak lagi terjadi pada pemilu pemilu yang akan datang. Jangan ada lagi pembodohan, tapi berikanlah pembalajaran politik yang baik kepada masyarakat" jelasnya mengakhiri. (Miler)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment