Kapolresta Solok Berhasil Amankan Pelaku Pembakaran Hutan Suaka Marga Satwa di Junjung Sirih

By BAKINews 17 Sep 2019, 11:44:14 WIB Kota Solok
Kapolresta Solok Berhasil Amankan Pelaku Pembakaran Hutan Suaka Marga Satwa di Junjung Sirih

Solok Kota, BKNews----Jelang berakhirnya masa jabatan, pengabdian solid Kapolresta Solok AKBP Dony Setiawan, S.IK.MH tetap mantap di Solok, hal itu dibuktikan, dirinya berserta jajaran yang dikomandoinya , kembali berhasil melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, serta penangkapan terhadap 5 orang yang diduga menjadi pelaku penyebab kebakaran dalam kawasan Hutan Suaka Marga Satwa didaerah Jorong Balai Batingkah Nagari Saning bakar kec.junjung sirih kabupaten solok .

Dalam konferensi pers di lobby mapolres solok kota, senin 16/10 . Dony setiawan didampingi wakapolres Budi prayitno, SE.MH dan kasat reskrim Polres solok kota IPTU Defrianto,SH,MH , serta juga menghadirkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar DR.Ir.Sukrismanto,M.Sc, Kepala Bidang perlindungan hutan dan KSDAE Provinsi Sumbar Ir.Mego Sinatung . Disampaikannya bahwa penangkapan para pelaku berawal dari laporan masyarakat telah terjadi kebakaran hutan pada jumat 13 september 2019, sekitar jam 15.30 Wib.

“Berdasarkan laporan tersebut, sore itu juga kami ke lokasi, berusaha memadamkan api bersama masyarakat dengan peralatan seadanya sampai besok harinya. Dan besoknya lagi hasil koordinasi dan bersama dengan BKSDA dan dinas kehutanan propinsi, setelah diteliti, ternyata kawasan yang terbakar merupakan masuk kawasan hutan yang tidak boleh diduduki. Jadi, jangankan membakar, merambah, diduduki saja tidak boleh, apalagi di alih fungsikan” ungkap dony.

Selanjutnya diterangkannya, akibat kebakaran tersebut, berujung 2 hektar lebih lahan pada ketinggian 646M diatas permukasn laut telah berhasil dihanguskan termasuk kawasan yang juga kena dampak dari kejadian itu, dimana dalam upaya melakukan aksi pembakaran para terduga pelaku membakar hutan dengan modus terlebih dahulu melakukan penebangan pohon pinus, kemudian dibikin garis jalur agar api bisa menembus sesuai target lokasi yang mereka inginkan dan membakar dengan menggunakan korek. Dan aksi itu diduga sudah terjadi selama dua tahun, kemudian kejadian terakhir mereka juga akan membuka lahan baru dengan tujuan akan dimanfaatkan untuk ditanami dengan tanaman yang mereka inginkan, seperti kayu manis, cengkeh, buah naga dan jenis tanaman lainnya.

Di TKP Dony beserta jajarannya berhasil mengamankan 4 orang pelaku sebagai pekerja upah, yakni Kodir warga dharmasraya, Dedek Randi warga Tanjung Harapan Kota Solok, Afmomen warga kecamatan Danau Kembar, Yandi Muhammad warga dharmasraya. Dan orang terakhir yang diamankan adalah Lukmi warga saning bakar yang merantau ke Bekasi, sebagai koordinator dan yang mempekerjakan 4 pelaku lainnya, sekaligus membayar upah pekerja dengan nominal Rp 100.000,-/ harinya

Berikut alat bukti yang berhasil disita, 5 (lima) unit mesin pemotong rumput, 2 (dua) unit mesin pompa racun rumput, 2 (dua) unit mesin diesel listrik (Ginset), 1 (satu) buah gerobak dorong, 4 (empat) buah dirigen, 1 (satu) buah parang dengan gagang kayu panjang kurang lebih 50 cm, 1 (satu) buah mancis/korek api jenis cricket, 1 (satu) unit mesin pemotong kayu /shinso merek TANIKA., 4 (empat) buah cangkul, 1 (satu) unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor, ± 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah.

Dalam keterangan Kapolres Solok Donny setiawan, S.Ik. MH, bahwa para terduga tersangka akan dijerat dengan pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya, dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UURI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan. Dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

“Dengan kejadian ini saya berharap kepada warga masyarakat untuk dapat hati-hati dan memilih metode yang baik untuk membuka lahan pertanian baru, selama ini membakar dianggap murah, praktis, dan berasumsi dengan membakar tanah akan subur, tapi kalau kita pahami, akibatnya bisa fatal. Dengan membakar sebaran api bisa jadi tidak terkendali, dan dampaknya pada masyarakat luas bisa buruk, seperti bencana asap yang kita lihat sekarang, dan apalagi jika dilakukan pada cuaca ekstrim panas berkepanjangan, itu bisa berbahaya” harapnya mengakhiri. (Miler)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment