Kota Muaro Sijunjung Punya Taman Hijau Pemda Anggarkan Dana Rp 4 milyar Untuk Penataannya

By BAKINews 05 Jun 2018, 11:59:49 WIB Sijunjung
Kota Muaro Sijunjung Punya Taman Hijau   Pemda Anggarkan Dana Rp 4 milyar  Untuk Penataannya

Sijunjung, BKNews----Pembangunan taman kota hijau di Muaro Sijunjung, pada lokasi eks perkantoran Pemda yang sudah dikosongkan, segera dimulai tahun ini, karena, Pemda sudah anggarkan dana lebih dari Rp 4 milyar untuk penataannya. Pembangunan taman kota hijau itu seharusnya telah dimulai tahun 2017 yang lalu, namun, sempat tarik ulur, akibat lokasinya diklaim PT. Tambang Bukit Asam (PT. TBA).

Kepala dinas PU PR Ir. Budi Safarman MT, menjawab awak media BAKI News, melalui HP pribadinya, di Muaro Sijunjung beberapa hari lalu membenarkan, bahwa tahun ini Pemda Sijunjung telah anggarkan dana lebih Rp 4 milyar, yang kini tengah dalam proses tender. Bagaimana status tanahnya ?, desak awak media, kepala dinas PU PR tidak berani berkomentar, karena, tugasnya hanya untuk melaksanakan pembangunan Taman Kota Hijau.

Kenapa PT. TBA, yang dulunya dikenal dengan PT. Tambang Ombilin (TBO) berpusat di kota Sawahlunto, bisa mengklaim lokasi tersebut ?, apakah tanah itu pernah diserahkan oleh ninik mamak nagari Muaro kepada PT.TBA ?, atau kepada pemerintah masa penjajahan Belanda tempo dulu ?, sehingga, menghambat rencana pembangunan taman kota hijau oleh pemda Sijunjung ?. Untuk menjawab semua pertanyaan itu, tentu perlu dikaji ulang kembali, sehingga, sejumlah dana APBD yang dikucurkan nantinya tidak sia-sia.

Berdasarkan keterangan Muhammad Ihsan Kasubid Asset daerah pada dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah, mengakui bahwa lokasi itu belum punya sertifikat atas nama Pemda Sijunjung, kecuali lokasi kantor Pos & Giro, yang sudah pindah buat sementara ke gedung Juang 45. Kalau lokasi kantor Pos, sudah punya sertifikat, namun, lokasi sejumlah perkantoran Pemda yang sudah dikosongkan, belum ada sertifikatnya.

Dasri Rajo Timbu anggota DPRD komisi II bidang Pembangunan menyatakan dan mengingatkan, bupati bersama kepala OPD terkait dalam pembangunan taman kota hijau, jangan membangun diatas dasar hukum yang abu-abu. Kalau tidak jelas status tanahnya, tunda hulu pembangunan tersebut, agar dana APBD yang dikucurkan nantinya tidak menimbulkan masalah.

Kok, bisa PT.TBA mengklaim tanah itu, pada hal, sudah berpuluh tahun lamanya ibu kabupaten Sijunjung menempatinya. Kalau, tidak salah ibu kabupaten Sijunjung pindah dari Sawahlunto ke Muaro Sijunjung tahun 1968. Artinya, sudah kurang lebih 50 tahun, dan selama 50 tahun itu, tidak ada masalah, baik dengan masyarakat ataupun dari pihak lain. Tetapi, kenapa, sekarang akan dijadikan tanam kota hijau, tiba-tiba PT. TBA mengklaimnya, ujarnya balik bertanya dengan rasa heran.

Sebaiknya, tutur Dasri Rajo Timbu, bupati bersama tim ahlinya, untuk mengkaji ulang kembali. Sekaligus melihat kembali surat Penyerahan tanah oleh ninik mamak nagari Muaro kepada bupati Sijunjung tahun 1968. Tanah yang diserahkan itu, adalah untuk menampung perkantoran dan kepentingan pemda. Lokasinya 100 meter kiri kanan jalan M. Yamin, sejak dari simpang Logas sampai ke Muaro Gambok. Yang menerima waktu itu adalah bupati Djamaris Yunus, dan dari ninik mamak Muaro, ikut menyerahkan adalah Dt. Rajo Nan Gadang.

Lagi pula, pemerintahan Belanda mendapatkan lokasi di Muaro dan Tanjung Ampalu, sekitar tahun 1891 M, adalah bersifat sewa pakai dengan bagi hasil kepada ninik mamak, yakni sebesar 4000 f ( Vierduizend guldens ) / tahun, digunakan untuk kepentingan tambang Ombilin ( TBO), dan setelah Indonesia merdeka, ninik mamak tidak ada lagi menerima sewa itu. Dengan demikian, nota kesepakatan sewa dengan bagi hasil itu batal, dan itu sebabnya pada tahun 1968 ini mamak Muaro berani menyerahkan tanah kepada bupati Sawahlunto Sijunjung waktu itu. (Rusli/Tasmarinda)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment