Kurangi Keramba Komisi IV DPRD Sumbar Petakan Geografis Danau Maninjau

By BAKINews 25 Mar 2019, 10:42:14 WIB Padang
Kurangi Keramba Komisi IV DPRD Sumbar Petakan Geografis Danau Maninjau

Padang, BKNews----Komisi IV DPRD Sumbar, terus perdalam muatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Zonasi Kawasan Danau Maninjau. Baru-baru ini, tim pembahas telah melakukan pemetaan georgafis danau dalam upaya pengurangan Keramba jaring Apung (KJA).

“ Dalam menjaga kelestarian biota Danau Maninjau, kita perlu melakukan pengurangan terhadap KJA, langkah ini akan dikakukan bertahap dan tidak dihabiskan semuanya,” ujar Sekretaris Komisi IV Taufik Hidayat saat ditemui, Jumat (8/3).

Dia mengatakan, pengelolaan Danau Maninjau akan dibagi pada beberapa peruntukan, ada yang dikhususkan untuk pariwisata ada yang untuk exploitasi industri dalam lingkup micro sehingga upaya kelestarian danau tetap terjaga dan tidak mengganggu perekonomian masyarakat. Tujuan dilahirkannya Perda Zonasi Danau Maninjau, lanjutnya, untuk menciptakan keseimbangan lingkungan dan ekosistem di kawasan tersebut, kemudian mendorong perekonomian masyarakat lebih hidup tanpa bergantung dengan Keramba Jaring Apung (KJA) yang selama ini menjadi pemicu pencemaran air danau. Ke depan, lanjut dia, akan diatur maksimal hanya 6000 KJA yang diizinkan beroperasi di danau. Sementara selama ini KJA yang terdapat di Danau Maninjau telah mencapai 21.608.

"Kita tidak mungkin menolkan KJA tersebut karena mata pencaharian masyarakat sekitaran danau juga ada yang bergantung dengan keramba, namun ke depan akan dibatasi," ucapnya.

Ia menambahkan, agar masyarakat selingkaran danau tak hanya bergantung dengan keramba, ke depan pemerintah juga akan menetapkan zona untuk pariwisata.

"Untuk kawasan wisata, dalam pengembangannya di lapangan nagari-nagari yang ada di selingkaran Danau Maninjau bisa saling berkordinasi," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Suwirpen Suib mengatakan, kerusakan yang dialami Danau Maninjau dimulai pada tahun 2011, dari hasil penelitan para ahli mengatakan, untuk membersihkan kembali danau butuh waktu hingga 25 tahun.

Semenjak tercemarnya danau banyak biota yang mati sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

"Di Indonesia sendiri Maninjau masuk dalam 15 danau yang butuh ditata, karena keindahannya sudah banyak diekploitasi dan mengakibatkan danau tercemar,” ucapnya. (Alrifjon)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment