Lantai Jembatan Sementara Lubuk Tarok Hancur Lagi Masyarakat Pertanyakan DPBD

By BAKINews 08 Okt 2018, 14:48:49 WIB Sijunjung
Lantai Jembatan Sementara Lubuk Tarok Hancur Lagi  Masyarakat Pertanyakan DPBD

Sijunjung, BKNews----Lantai jembatan sementara di Lubuk Tarok kini mulai hancur lagi. Semenentara pembangunan jembatan permanen, penggati jembatan batang Karimo yang roboh akibat banjir bandang dua tahun lalu, belum juga tampak tanda- tanda kapan akan dimulai. Dengan belum jelasnya pembangunan jembatan permanen itu, kini masyarakat mulai mempertanyakan Dana Penanggulangan Bencana Alam ( DPBD ) yang terhimpun pada tahun 2017 yang silam. Jembatan darurat itu, merupakan satu- satunya urat nadi perhubungan masyarakat kecamatan Lubuk Tarok ke ibu kota kabupaten Sijunjung. Jembatan darurat itu berfungsi sebagai pengganti sementara dari jembatan batang Karimo yang amburuk oleh banjir bandang bulan Maret tahun lalu, dan menurut rencana semula, dibangun kembali pada tahun 2017, dengan dana BPBD kabupaten, provinsi dan pusat, dengan anggaran lebih dari Rp 4,5 milyar. Namun, realisasinya sampai sekarang, belum ada kejelasan dari pemerintah kabupaten Sijunjung.

Jembatan darurat yang dibangun oleh pemerintah provinsi Sumatera Barat dengan dana Bantuan Bencana Alam, sifatnya untuk sementara, pal;ing lama 1 tahun. Tetapi, kini sudah hamnpir 2 tahun, sehingga, sejak bulan puasa Ramadhan yang, kondisi lantai dan rel tengahnya mulai lapuk dan berserakan, karena, sifatnya sementara waktu . Dengan kondisi jembatan yang mulai lapuk itu, sebagian pengguna sepeda motor mempergunakan jembatan batang Karimo yang hampir roboh itu kembali dengan eksra hati- hati. Walaupun kondisi jembatan batang Karimo yang sudah teleng dan hamnpir roboh itu, tidak memungkinkan untuk dilewati lagi, tetapi, ada juga di lewati masyarakat dengan sangat eksra hati- hati. Masyarakat terpaksa melewatinya dengan kenderaan roda dua dan empat, karena, lantai jembatan darurat, juga sudah mengkhuatirkan pengendara. Untuk menghindarkannya, jalan arternatif hanya dengan menambah jarak jalan berbelok ke daerah kecamatan Tanjung, yaitu melewati nagari Taratak Baru dengan menambah jarak sekitar 25 km.

Camat Lubuk Tarok Dody Katin bersama wali nagari Lubuk Tarok Zuriatman, menjawab pertanyaan awak media BAKI-News, beberapa hari lalu mengatakan, jembatan darurat itu sifatnya memang untuk sementara waktu. Tetapi, kapan dibangun jembatan permanen pengganti jembatan yang roboh akibat banjir bandang itu, juga belum bisa dipastikan. Kendatipun dananya sudah dianggarkan lebih dari Rp 4,5 milyar, yang semula dibangun awal tahun 2018, tetapi, tampaknya tertunda.(Rusli/Tasmarinda)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment