Mutasi Dan Rotasi Kebutuhan OPD

By BAKINews 12 Mar 2019, 12:15:37 WIB Sijunjung
Mutasi Dan Rotasi Kebutuhan OPD

Sijunjung, BKNews----Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin Dt. Indo Marjo, setelah melakukan mutasi dan Rotasi jilid 1, pada hari Jumat awal Maret lalu, dengan melantik 7 orang pejabat eselon II dan 4 orang jabatan fungsional. Tampaknya belum merasa lengkap dan terpenui apa yang dibutuhkan, sehingga, pada pada Jumat minggu keduanya, dilakukan lagi jilid 2, dengan melantik sejumlah pejabat eselon II, III dan IV di lingkup pemda kabupaten Sijunjung.

Menurut bupati Yuswir Arifin, mutasi dan rotasi itu hal biasa dan menjadi kebutuhan setiap Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ). Pasalnya, telah ada jabatan kepala OPD yang kosong, karena telah memasuki masa pensiun. Pada putaran pertama, belum semuanya terisi, seperti, kepala dinas Perkim – LH yang sudah lama ditinggalkan Drs. Khairal, kepala BKSDM Yunanto Masi SE, telah digantikan oleh Drs. H. Syksi MM, dan Drs. Ahmattulah kepala dinas Sosial, juga telah digantikan oleh Yafritos SE.

Dengan adanya pelantikan pejabat eselon II, pada putaran pertama, maka jabatan yang kosong masih belum sempat terisi, maka dilanjutkan pada putaran kedua. Selain jabatan eselon II itu yang kosong, juga ada jabatan eselon III dan IV yang kosong. Artinya mau tidak mau, suka tidak suka, maka mutasi dan rotasi, tetap dilaksanakan di lingkup pemda Sijunjung.

Sehubungan hal itu, sejumlah pejabat yang telah memenuhi syarat untuk mengisinya, terutama untuk jabatan eselon II, sebelumnya Sabtu tiga pekan lalu, telah mengikuti Uji Kompetensi di gedung Rektorat Bung Hatta Padang, dengan menghadapi 5 orang tim penguji.

Ke lima tim penguji itu, terdiri dari ketua Zefnihan sekda Sijunjung, dengan anggota dari akademi masing-masing Azwar Ananda, Afrifa Khaidir, Zikri Ahmadi dan Khairal dari mantan pamong. Hasil dari uji kompetensi itu, tampaknya masih banyak calon pejabat itu yang tidak mampu memperlihatkan programnya dan kebijakannya ke depan untuk mempercepat kemajuan Sijunjung, karena, kurangnya SDM mereka di bidangnya, sekaligus kurang mengusai IT dan bahasa Inggeris.

Berdasarkan kepada aturan yang berlaku selama ini, untuk mengisi jabatan eselon II, biasanya bupati sebelum melakukan mutasi dan rotasi, terlebih dahulu menyelenggarakan “ Lelang Jabatan “ atau uji kompetensi. Sedangkan untuk mengisi jabatan eselon III dan IV, melalui seleksi dari Badan Pertimbangan Pangkat, Jabatan dan Kinerja ( Baparjakat ). Artinya tidak semaunya bupati, kendatipun hasilnya juga tidak terlepas dari keinginan bupati nantinya.

Bupati Sijunjung H.Yuswir Arifin Dt. Indo Marajo dalam keterangannya kepada awak media beberapa waktu lalu menyatakan, mutasi dan rotasi bukan hal yang baru, tetapi, sudah menjadi kebutuhan organisasi. Jika ada jabatan yang kosong, tentu harus segera diisi kembali. Begitu pula, jika ada pejabat yang kinerjanya kurang optimal, atau tidak sesuai dengan keilmuannya, perlu ditempatkan pada tempat yang sesuai dengan keahliannya.

Mutasi dan rotasi itu, dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku, tidak mungkin dilakukan dengan tergesa-gesa, tanpa melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku, tutur bupati Yuswir Arifin. Selama ini, dalam melaksanakan mutasi dan rotasi tidak keluar dari jalur tersebut. Sebab, dalam setiap pelaksanaan mutasi dan rotasi, ada yang merasa dirugikan dan diuntungkan. Pada sebenarnya bukan demikian, yang diuntungkan hanya organisasi dan daerah, dan tidak ada yang dirugikan. (Rusli/Tasmarinda)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment