Perjuangan DIM Perlu Keseriusan Semua Pihak

By BAKINews 12 Agu 2019, 15:04:33 WIB Sijunjung
Perjuangan DIM Perlu Keseriusan Semua Pihak

Keterangan Gambar : Sayuti Dt. Rajo Penghulu


Sijunjung, BKNews----Ketua LKAAM provinsi Sumaatera Barat DR. H. Sayuti Dt. Rajo Penghulu MPd, menghimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk lebih serius mendukung perjuangan terwujudnya Sumatera Barat menjadi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), dengan secara damai dan mempergunakan otak, bukan dengan senjata, tidak seperti GAM di Aceh tempo dulu. Sebab, beberapa orang tokoh Sumbar termasuk pendiri Negara Indonesia, seperti, Dr.M.Hatta, Mr.Moh. Yamin, H.Agussalim, Moh. Nasir dan yang lainnya berasal dari Sumbar.

Dalam Negara Kesatuan Indonesia, daerah Istimewa itu seharusnya hanya tiga daerah, yaitu Jogyakarta, Aceh dan Minangkabau. Sementara yang dua daerah sudah terwujud, tinggal lagi Minangkabau ( Sumatera Barat ). Para tokoh-tokoh masyarakat Sumatera Barat bersama ninik mamak Minangkabau, baik yang berada di Sumbar ataupun di rantau, beberapa tahun lalu sudah membentuk panitia persiapan perjuangan DIM secara berjenjang di setiap daerah, tuturnya.

Namun, perjuangan DIM itu diperlukan keseriusan semua komponen dan lapisan masyarakat Minangkabau, baik yang berada di daerah ataupun yang berada dirantau. Terlebih lagi bagi yang duduk di legislatif dan eksekutif tingkat pusat, ujar ketua LKAAM Sayuti Dt. Rajo Penghulu, sewaktu menjawab awak media, di Muaro Sijunjung beberapa waktu lalu.

Berbicara tentang senibudaya masyarakat Minangkabau, Dt. Rajo Penghulu menambahkan, pencakslat tradisonal merupakan salah satu wadah pemersatu masyarakat, karena, arti dari Silat itu adalah silatrurahmi. Kendatipun pencasilat itu menjadi suatu keterampilan dan keahlian untuk membela diri dalam menegakan kebenaran. Namun, tidak boleh dipergunakan secara semena-mena yang menyakiti dan menganggu orang lain. Apalagi untuk dibangga-banggakan dan menakut-nakuti orang.

Semakin tinggi ilmu dan keterampilan seseorang dalam pencaksilat tradisonal, maka semakin rendah hatinya dan baik budi pekertinya. Dalam ilmu pencaksilat ada ungkapan yang selalu dipegang teguh, “ Musuh jangan dicari, Jika datang, pantang dielakkan “. Maksudnya, seseorang yang pandai berpencaksilat, tidak dibenarkan mencari- cari musuh atau lawan dengan berbuat seenaknya kepada orang lain, tetapi, jika musuh itu datang dan tidak bisa dihindarkan, makanya berpantang pula untuk dielakkan, tuturnya.

Ketua LKAAM provinsi Sumatera Barat DR. Drs. H.Sayuti Dt. Rajo Penghulu MPd, yang juga dosen Universitar Bung Hatta, menambahkan, pencaksilat tradisional dengan bermacam aliran, merupakan salah satu seni budaya bela diri yang diwariskan sejak dulunya dari generasi ke generasi sampai sekarang. Makanya perlu dilestarikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, sekaligus untuk menangkis budaya asing yang tidak sesuai dengan palsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. (Rusli/Tasmarinda)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment