Rumah Gadang dan 1 Rumah Parmanen Hangus Jadi Abu

By Rudi Syafri 10 Feb 2018, 11:13:21 WIB 50 kota
Rumah Gadang dan 1 Rumah Parmanen Hangus Jadi Abu

Limapuluh Kota, BKNews--Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan satu buah rumah gadang milik Suku Bodi Datuak Panduko Simajo Nan Putiah yang dihuni Sainar (70) dan satu unit lagi rumah permanen milik Roslaini (65), Jumat (2/2) sekitar pukul 11.30 Wib. Saat api mengamuk, rumah dalam kondisi kosong ditinggal penghuni pergi kesawah dan Jakarta.

 

"Rumah Gadang biasanya dihuni Sainar, tapi saat kejadian Sainar sedang berada di Jakarta tempat anaknya yang baru saja meninggal. Sedangkan rumah permanen disampingnya milik Roslaini dan Suaminya Ali Akbar juga sedang kosong saat kejadian. Keduanya diketahui sedang berada di sawah sekitar 15 menit perjalanan dari rumahnya," sebut Walinagari Suayan, Zetrial, Jumat (2/2) usai kejadian kepada awak media.

Disampaikannya, awal tetangga belakang rumah Mariati, mencium bau Jangek terbakar. Ketika itu Mariati menyangka Mak Uwo (Sapaan Mariati kepada Roslaini.Red), sedang membakar jangek. Tetapi herannya saat Mariati memanggil Roslaini, tetapi tidak ada yang menyahut dan dilihat pintu rumah terkunci.

Tidak beberapa lama, asap tebal mulai mengepul keudara Suayan Tinggi. Saat bersamaan kobaran api juga membumbung tinggi keudara. Seketika Mariati mengabarkan kejadian kebakaran ini kepada masyarakat Suayan dan mencari Roslaini kesawah ya.

Seketika suasana masyrakat Jorong Suayan Tinggi menjadi panik. Saling membantu melerai kobaran api yang melalap rumah Gadang dan permanen dalam hitungan menit. Tidak banyak yang dapat diselamatkan dari rumah, mengingat rumah Roslaini dalam kondisi terkunci.

Mobil Damkar yang datang sebanyak 4 unit juga kesulitan melakukan pemadaman api, mengingat jarak rumah dari jalan utama sekitar 100 meter. Karena memang jalan menuju kedua rumah itu tidak bisa dilewati kenderaan roda empat. Sehingga slang air Damkar terhambat karena jauhnya lokasi rumah.

"Tidak ada yang bisa diselamatkan, hanya ada uang 1 juta yang bisa diselamatkan, dan lainnya ikut terbakar. Kerugian bangunan rumah saja diperkirakan mencapai Rp 500 juta, ditambah barang-barang seisi rumah," sebut Walinagari Suayan.

Untuk sementara waktu, Roslaini dan Suaminya Ali Akbar harus mengungsi kerumah anaknya sekitar setengah kilometer dari lokasi kebakaran. "Untuk sementara mereka tingggal dirumah anaknya. Dan kita sudah sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten terkait kebakaran ini," sebutnya.

Camat Akabiluru, Elvi Rahmi sudah turun kelokasi untuk melihat lokasi kebakaran dan mengunjungi korban. Camat juga akan menyampaikan data kebakaran ini kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.

"Pemilik rumah itu orangnya adik kakak, saat kejadian kebakaran keduanya sedang tidak ada dirumah. Dan sampai kini belum diketahui asal api, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini hanya kerugian materi cukup beras hingga 500 juta," sebutnya. (doddy/kumis)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment