Sarjana Kesulitan Mendaftar, Jaringan Internet Tak Lancar

By Rudi Syafri 08 Okt 2018, 14:15:22 WIB Sijunjung
Sarjana Kesulitan Mendaftar, Jaringan Internet Tak Lancar

Sijunjung, BKNews----Ribuan serjana dari berbagai disiplin ilmu di daerah kabupaten Sijunjung, sejak seminggu ini sibuk siang malam mendaftarkan diri secara Online untuk menjadi CPNS. Namun, banyak yang pusing dan merasa patah semangat, karena jaringan internet tidak lancar, sehingga, tahap demi tahap harus yang mereka lalui, menemui kendala yang tidak bisa dipecahkannya sendiri. Kendala yang mereka hadapi, bukan saja tidak lancarnya jaringan internet, tetapi, juga sering matinya lsitrik. Pada hal, waktu untuk mendaftar secara Online itu berakhir pada tanggal 15 Oktober nanti. Akibatnya, banyak para serjana itu yang kesulitan dan patah semangat. Yang menyedihkan lagi, adalah para serjana yang jurusannya tidak ada dalam kuota pemerintah pusat dan di berbagai daerah, terutama, tenaga honorer yang sudah belasan tahun mengabdi, mereka berputus asa, lantaran batas umurnya sudah lewat dari 35 tahun.

Bagi yang terbuka peluang, walaupun hanya sedikit, mereka harap- harap cemas mendaftarkan sesuai dengan kuota pengangkatan CPNS oleh pemerintah, walaupun, dalam mengakses pendaftaran secara online itu menemui kendala yang cukup serius pula. Maknya, para serjana itu mengjharapkan kepada pemerintah untuk dapat memperpanjang pendaftaran sampai akhir Oktober mendatang, karena, kendala yang mereka hadapi, menyangkut dengan pihak pemerintah juga, yaitu lisrtik sering mati dan jaringan internet tidak lancar, tutur Afrimen, salah seorang yang ikut bersaing mendaftar. Menumpuknya tenaga serjana dari berbagai disiplin ilmu itu, lantaran dalam kurun waktu 5 tahun ini, belum ada pengangkatan CPNS secara resmi oleh pemerintah. Kalaupun ada yang diangkat beberapa orang dari berbagai daerah kabupaten/ kota, hanya berupa tenaga honorer yang sudah tergolong kepada Kategori 1 ( K1). Artinya yang sudah lebih dari 10 tahun mengabdikan diri sebagai tenaga honorer, dan umurnya belum lewat dari 35 tahun.

Beberapa orang serjana yang sempat awak media minta pendapatnya mengatakan, sejak tidak adanya pengangkatan CPNS secara resmi oleh pemerintah sejak tahun 2014 yang silam, jumlah serjana yang menganggur semakin menumpuk. Diharapkan kuota yang diumumkan pemerintah itu, murni hasilnya melalui tes yang berbasiskan computer, sehingga, PNS yang akan datang lebih berkualitas yang menguasai tehnologi informasi. Jadi PNS memang sudah menjadi idaman bagi mereka sejak dulunya.

Biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk melanjutkan pendidikan mereka sampai menjadi serjana, sudah cukup besar. Sementara sejak tamat, belum dapat kerja sama sekali. Untuk biaya hidup kebutuhan harian saja, sulit diperoleh. Apalagi untuk membantu orang tua, keluh Moh. Irsyad SPt, yang tamat tahun 2014 lalu. Mau berwira swasta, tidak punya modal usaha, dan mau kerja pada pihak swasta, juga sulit mendapatkan peluang. Yang diharapkan hanya jadi PNS, mudah- mudahan dengan adanya peluang sekarang berhasil lulus nantinya, karena, pemerintah pusat berdasarkan informasi, tahun 2018 ini mengakat PNS cukup banyak, tutur beberapa orang serjana itu. (Rusli/Tasmarinda)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment