Tanpa Pelabunan Perikanan, Nelayan Tiku Makin Sengsara

By BAKINews 07 Agu 2017, 11:32:30 WIB Agam

Tiku, BKNews--Pelabuhan perikanan nan damai, sudah menjadi dambaan nelayan Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam sejak lama. Sayangnya, dambaan itu sampai saat ini masih tinggal di angan-angan.

Pelabuhan tersebut bukan saja untuk aktivitas bongkar muat kapal, tetapi lebih dari itu adalah untuk menyelamatkan kapal mereka di kala badai mengamuk di lautan, seperti disampaikan beberapa nelayan, kemarin, di Pasir Tiku.

“Tanpa pelabuhan yang aman, kapal tangkap ikan kami akan terus berkurang karena rusak dan karam diterjang badai, dan gelombang laut yang ganas,” ujar Zal, dan rekan-rekan.

Hal senada disampaikan nelayan lainnya, seperti Mal, Wan, dan rekan-rekannya. Mereka berharap pemerintah membangun pelabuhan perikanan, agar kehidupan para nelayan tidak keburu hancur di Tiku.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, membenarkan kalau para nelayan Tiku sudah lama mendambakan sebuah pelabuhan perikanan yang damai. Karena, selama ini mereka mayoritas mengamankan kapal ikan mereka ke Pelabuhan Muaro, Padang, dan Bungus.

“Itu memerlukan biaya tinggi, namun terpaksa mereka lakukan, bila tidak kapal mereka akan rusak atau tenggelam bisa cuaca tidak bersahabat di laut,” ujarnya.

Menurutnya, Tiku nyaris memiliki pelabuhan perikanan. Beberapa tahun lalu ada sinyal dari Pusat, kalau pelabuhan perikanan akan dibangun di Tiku. Bahkan, perencanaannya hampir rampung. Namun sayangnya, sebelum pembangunan pelabuhan terwujud, terjadi perubahan regulasi. Masalah pembangunan bukan lagi kewenangan Pemkab, tetapi telah dialihkan ke Pemprov.

“Sampai kini kami belum mendapat informasi, apakah pembangunan pelabuhan perikanan di Tiku jadi dilaksanakan, atau tidak,” ujarnya.

Menurut para nelayan, tahun 1990-an jumlah kapal tangkap ikan jenis bagan mencapai 200 unit lebih. Namun kini hanya tinggal sekitar 16 unit. Berkurangnya jumlah bagan, karena dihancurkan badai dan gelombang ganas, akibat tidak adanya pelabuhan yang aman untuk sandar kapal kala badai mengamuk. (Deni)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment