Wagub Himbau Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Kosmetik

By BAKINews 06 Mei 2019, 12:27:20 WIB Padang
Wagub Himbau Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Kosmetik

Padang, BKNews----Dalam kenyamanan berbelanja secara online, terutama kosmetik yang sebagian besar digemari oleh generasi millenal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan agar berbelanja secara baik, dimana setiap pembeli harus mengetahui legal aspek dari satu produk kosmetik tersebut.

"Legal aspek satu produk tersebut ditandai dengan adanya NA, kemudian ditambah dengan 11 digit registasri," sebutnya Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri, usai pelaksanaan kampanye cerdas menggunakan kosmetik bagi generasi milleneal, Rabu (24/4/2019) di Hotel Basko, Padang.

Untuk memastikan produk tersebut sudah layak di pakai dan terdaftar di BPOM, Martin mengatakan saat ini sudah ada aplikasi yang bisa digunakan melalui seluler, yakni "cek BPOM".

"Jadi tinggal dimasukkan saja nomor registernya ke dalam aplikasi tersebut, jika betul akan keluar nama produknya dan bila tidak keluar, itu berarti produk tersebut belum terdaftar di BPOM," terangnya.

Dia juga mengatakan, pada 2018 dan 2019 terdapat 2 kasus penjualan produk kosmetik secara online, dimana produk tersebut menggunakan bahan-bahan terlarang.

"Kasus ini sudah berlangsung proses pro justitianya, dan semua berkas sudah ditangan pihak yang berwenang," jelasnya.

Kemudian Deputi bidang pengawasan obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik BPOM RI Maya Agustina Andarini menyampaikan, selain menggunakan strategi intensifikasi pengawasan, BPOM RI juga melakukan pembinaan edukasi kepada masyarakat termasuk generasi milleneal.

"Pembinaan edukasi tersebut, salah satunya dengan kampanye cerdas menggunakan kosmetik bagi generasi milleneal, yang pada 2018 lalu sudah dilaksanakan di 24 Kota seluruh Indonesia, diantaranya : Bandung, Denpasar, Jakarta, Samarinda dan Padang untuk tahun ini" ungkapnya.

Maya Agustina juga menyampaikan, sepanjang 2018 nilai temuan kosmetik ilegal di Indonesia sebesar 128 miliar.

"Jika ditambah dengan nilai total temuan obat dan makanan ilegal, maka jumlahnya adalah 164 miliar," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengharapkan kepada generasi milleneal terutama yang ada di Sumbar agar bisa memahami dan lebih cerdas lagi dalam penggunaan obat-obatan dan kosmetik.

"Tidak semua obat-obat dan kosmetik yang dijual secara online atau tidak bisa dipakai. Berhati-hatilah dalam memilih, karena itu sangat penting sekali agar tidak merugikan diri sendiri," ajaknya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara kwartir daerah gerakan pramuka Sumbar dengan BPOM tentang pemberdayaan potensi gerakan pramuka dalam peningkatkan keamanan pangan, obat, obat tradisional dan kosmetik di Provinsi Sumatera Barat. (Alrifjon)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment