Air PDAM Sering Mati, Masyarakat Mengeluh

By BAKINews 05 Nov 2018, 14:11:16 WIB Sijunjung
Air PDAM Sering Mati, Masyarakat Mengeluh

Sijunjung, BKNews-----Air PDAM sering mati di Lubuk Tarok, masyarakat mengeluh, sehingga, masyarakat terpaksa memanfaatkan kembali air sungai batang Sukam dan batang Karimo untuk mandi, cuci dan minum. Dalam minggu lalu, selama 6 hari, air PDAM mati total, akibat kerusakan pada Bak penampungan induk ( Intek ) di hulu batang Karimo tempat mengambilan air.

Proyek PDAM yang dibangun sejak tahun 2011 lalu sampai sekarang, sudah menghabiskan dana lebih dari Rp 90 milyar, karena, setiap tahunnya selalu mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Namun, air PDAM yang diharapkan masyarakat tidak bisa memenuhi kebutuhan. Makanya, masyarakat minta Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) untuk dapat mengusut Proyek PDAM yang telah menghabiskan dana sekitar Rp 90 milyar.

Proyek tersebut, dinilai masyarakat banyak masalah. Lagi pula, dalam 3 tahun tahun ini, sudah banyak yang dibongkar pasang kembali dengan menambah anggaran milyaran rupiah. Kendatipun pada tahun 2016, sudah mulai diusut oleh penengak hukum, tetapi, sampai kini masih menggantung. Dengan demikian, masyarakat Sijunjung minta agar pengusutan tersebut diambil alih oleh KPK, karena, masalahnya melibatkan banyak pejabat sejak dari daerah sampai ke pusat.

Proyek PDAM yang mengambil sumber air dari batang Karimo nagari Lubuk Tarok kabupaten Sijunjung, dimulai dari tahun 2011 – 2015, telah menghabiskan dana lebih dari Rp 84 milyar, dinilai masyarakat proyek gagal. Karena, sampai kini proyek PDAM itu hampir setiap tahun ditambah terus dananya. Pada hal seharusnya akhir tahun 2015 itu, airnya sudah dinikmati masyarakat di kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung, IV Nagari dan Koto VII, ternyata belum bisa mengalir. Sebab, pipa yang dipasang kontraktor tidak standar dan banyak yang bocor, bahkan ada yang pecah.

Proyek PDAM itu dikerjakan oleh sejumlah kontraktor secara silih berganti setiap tahunnya, dimulai tahun 2011, sumber air ( Inteke ) dikerjakan oleh PT.Mita dari Jakarta, selanjutnya pemasangan pipa disambung oleh PT. Wsaskita, dan disambung lagi oleh PT. Mita, berikut juga PT. Waskita dan PT. Mita, dengan panjang, sejak dari Inteke sampai kepada bak penampungan induk kurang lebih 10 km.

Pipa induk yang harusnya pipa standar besi, ternyata banyak dipasang pipa paralon biasa, sehingga, banyak yang bocor dan pecah. Namun, pada tahun 2015, sepanjang 2 km pipa induk diganti kembali dengan pipa besi, sehingga, menghabiskan dana lagi sebesar Rp 4,5 milyar, dikerjakan oleh kontraktor PT.Diplomat. Setelah dibongkar pasang kembali dengan pipa standar, ternyata air bisa mengalir sampai ke Bak penampungan.

Selanjutnya setelah diuji coba arah ke Sijunjung, ternyata pipa induk juga banyak yang bocor, bahkan ada yang pecah. Pemasangan pipa dari bak penampungan di Padang Pasiku Lubuk Tarok itu, dikerjakan oleh kontraktor PT.Cingkano Saiyo dan PT. Kemilau, dengan panjang kurang lebih 8 km. Pada hal, proyek PDAM tersebut, seharusnya sudah diresmikan pada tahun 2014 yang silam. Pada tahun 201ini, sebagian pipa induk itu juga diganti kembali, begitu juga bak penampungan pada Intek di hulu bantang Karimo, yang kena banjir bandang setahun lalu.

Demikian keterangan dan data yang berhasil di himpun BAKI News,dari sejumlah sumber yang layak dipercaya, sehubungan dengan kegagalan proyek PDAM di kabupaten Sijunjung, yang program semula mulai awal tahun 2015 sudah bisa dinikamti oleh masyarakat di empat kecamatan, yaitu kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung, IV Nagari dan Koto VII, tetapi, program itu tinggal program, masyarakat hanya bisa mengeluh dan menilai.

H.Z.Dt. Bandaro Putih salah seorang anggota Badan Peneliti Independen ( BPI ) Sumbar yang berdomisili di Sijunjung menegaskan, gagalnya proyek PDAM itu, akibat dana yang dipergunakan banyak yang dikorupsi, sehingga, kualitas proyek hancur. Sekarang seharusnya penegak hukum bertindak cepat untuk mengusutnya. Karena proyek itu tanggungjawab dinas Prasjal Tarkim Sumbar, maka yang mengusutnya harusnya pihak Kajati dan Polda Sumbar atau KPK. (Rusli/Tasmarinda)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment