Berkaul Adat Perlu Dipertahankan Seusai Panen Padi

By BAKINews 15 Okt 2018, 14:18:17 WIB Sijunjung
Berkaul Adat Perlu Dipertahankan Seusai Panen Padi

Sijunjung, BKNews----Budaya Berkaul Adat usai panen padi, sekali setahun, perlu dipertahankan. Karena, banyak manfaat yang bisa dipetik melalui berkaul adat. Bukan saja sebagai tanda Syukur kepada Allah dan mengingat jasa nenek moyang yang telah mewariskan sako dan pusako kepada generasi penerusnya, tetapi, juga sebagai pemersatu seluruh lapisan masyarakat. Sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.

Camat Lubuk Tarok Dody Katim dalam sambutannya pada acara berkaul yang digelar ninik mamak dan masyarakat Koto Tuo Muaro Karimo nagari Lubuk Tarok, pada hari Senin lalu, menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat, agar tetap memelihara sawah sebagai pusako dan warisan dari nenek moyang untuk lahan pertanian. Jika ada masyarakat yang akan membangun rumah, sebaiknya tidak memakai sawah, tetapi, hendaklah mencari lokasi lain, karena, jalan-jalan keliling kampung sudah banyak dibangun, sekaligus untuk pengembangan pemukinan penduduk.

Sawah yang ada sekarang, kata Camat Dody Katim, adalah hasil jerih payah dari nenek moyang ratusan tahun yang silam. Makanya, bagi masyarakat yang mewarisinya, jangan diputus amal sedekah jariah nenek moyong tempo dulu dengan mengalihkan fungsi sawah untuk lokasi perumahan, atau perkebunan yang sifatnya milik pribadi. Pada hal sawah itu, adalah pusako kaum untuk bersama anggota kaum.

Kegiatan berkaul Adat yang berlangsung selama satu hari satu malam dengan menampilkan seni budaya anak nagari, seperti Randai, Pencaksilat, tari Pedang, tari piring dan tari tanduk diiringi dengan grup talempong dan gendang. Penampilan kesenian anak nagari, berlangsung Minggu malamnya, sedangkan pelaksanaan berkaul berlangsung pada Senin siangnya di medan nan Bapaneh setempat.

Berkaul Adat secara tradisional itu, selain menampilkan kesenian anak nagari pada Minggu malam hari sebelumnya, juga diadakan tradisi memanjat batang Pinang di arena Medan Nan Bapaneh, seusai makan bajamba bersama menikmati gulai daging kerbau, yang disembelih sebanyak 2 ekor untuk pelaksanaan pembayaran Kaul Adat itu. Panjat batang Pinang tersebut, selain memperebutkan hadiah yang sudah digantungkan di batang Pinang, juga mendapatkan hadiah tambahan dari dermawan, sehingga, pestara rakyat seusai panen padi tersebut, cukup meriah dan mengesankan.

Menurut ketua KAN Lubuk Tarok, Ir.A.A. Dt. Paduko Rajo bahwa tradisi Berkaul adat seusai panen padi setiap tahunnya, adalah salah satu pusako yang diwarisi secara turun temurun. Setiap acara yang dilaksanakan, mempunyai aturan sendiri, sehingga, oleh ninik mamak, untuk melaksanakan acara Berkaul itu, dibentuklah panitia ( Jonang ) dari anggota kaum di setiap suku, baik yang laki-laki ataupun yang perempuan.

Sebagai SK atau tanda penugasan oleh ninik mamak kepada ketua panitia pelaksana (Jonang) diserahkan sebilah Keris pusako. Gunanya, selain sebagai tanda bukti, juga untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi, bahwa helat Berkaul adat itu menjadi tanggungjawab bersama antara Jonang, ninik mamak dan pemerintahan nagari Lubuk Tarok. (Rusli/Tasmarinda)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment