Gula Semut, Potensi Ekonomi Masyarakat di Labuah Gunuang

By BAKINews 05 Nov 2018, 14:16:07 WIB Payakumbuh
Gula Semut, Potensi Ekonomi Masyarakat di Labuah Gunuang

Limapuluh Kota, BKNews----Masyarakat Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, sekitar 40 persen dari jumlah penduduk nagari setempat sebanyak 5.383, warga berpeluang untuk meningkatkan ekonomi mereka dari pengelolaan gula semut. Nagari tersebut, sebagai penghasil gula semut terbanyak di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasalnya, di Nagari Labuah Gunung bakal berdiri satu unit pabrik gula semut yang kini tengah gencar dibangun pemkab Limapuluh Kota, melalui Dinas Perdagangan dan Industri setempat. Sehingga masyarakat mengharapkan bangunan tersebut rampung akhir Desember mendatang, sehingga mesinnya nanti bisa di ujicoba. Dengan adanya pabrik gula semut di Jorong Talaweh Labuah Gunuang, diharapkan masyarakat tidak lagi menjual nira yang berasal dari pohon aren (enau red) untuk bahan tuak, melainkan dijual ke BUMNag yang akan dijadikan produksi gula semut. BUMNag akan memasarkan produksi gula semut tersebut.

Walinagari Labuah Gunung, KH.Dt.Paduko Rajo Lelo yang dihubungi di kantornya kemarin mengatakan, produk lokal gula semut jangan kalah bersaing dan hilang dari peredaran. Produk lokal ini membuat terobosan,sehingga kehadirannya dapat terus diterima di tengah masyarakat. Dikatakan, masyarakat sekitarakan memaksimalkan potensi besar dari pohon aren yang berjumlah belasan ribu batang yang tumbuh di banyak tempat. Air nira akan diproduksi menjadi gula semut hingga siap dikonsumsi dan dipasarkan berupa produk Gula Semut. Selain penghasil gula merah, Talaweh yang terletak di lereng Gunung Sago itu, punya potensi mengembangkan produksi lain. Seperti diketahui gula semut merupakan gula merah yang berbentuk serbuk, punya aroma khas, dan berwarna kecoklatan. Proses pembuatannya yang diproses pabrik tentu tidak membutuhkan waktu yang lama. hasilnya dipasarkan BUMNag setempat ke berbagai pasar termasuk Supermarket. “Kita sebagai pemerintahan nagari mendorong masyarakat yang mempunyai pohon aren, supaya serius menjalankan dan mengambil air nira setiap harinya, supaya nanti bahan baku gula semut tidak berkurang. Selain akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat juga akan berpeluang tenaga kerja baru,”ujar ninik mamak itu.

Tak hanya itu, ia juga menghimbau agar penggiat usaha air nira yang nantinya kemungkinan akan tergabung dalam Gapoktan itu, dapat terus menjaga kualitas dan kuantinitas air nira yang diambil, sehingga produksi gula semut yang dihasilkan pabriuk berkualitas baik, sebut KH.Dt.Paduko Rajo Lelo.(Doddy/Kumis)

 

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment