H. Sitaba : Masih Ada Saldo 15juta
Pelaksanaan Bedah Rumah Pattalassang Ternyata Belum Tuntas

By BAKINews 25 Mar 2017, 15:24:09 WIB Sulawesi Selatan
H. Sitaba : Masih Ada Saldo 15juta

Takalar, BKNews--Pelaksanaan program bedah rumah BSPS yang sifatnya strategis tahun 2016 di kelurahan Pattalassang kabupaten Takalar ternyata belum sepenuhnya beres hingga 100%. Hal tersebut dipertegas oleh pernyataan beberapa warga serta pemilik toko suplier. Selain itu, dari pantauan wartawan BAKINews Rabu (22/03) di lapangan terlihat beberapa material yang diterima oleh warga masih belum tersentuh sama sekali.

Salah seorang warga menuturkan jika bahan yang diantarkan belum seluruhnya 100%. Menurutnya, beberapa bahan yang diduga masuk dalam daftar belanjanya hingga sekarang masih belum diantarkan. "Belum seluruhnya pak, masih ada beberapa seperti tiang, papan, semen dan balok 5/7) terang salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Sementara kondisi bahan material seperti pasir yang diantarkan juga diduga tidak berkualitas dan tak layak digunakan. Dari hasil pantauan wartawan, pasir terlihat sangat halus dan bercampur dengan material tanah.

Selain warga, pemilik toko suplier, H. Sitaba juga mengemukakan hal yang cukup mengagetkan. Dirinya mengaku masih memiliki saldo sebesar 15 juta rupiah direkeningnya yang masih belum tergunakan. Selain itu, menyangkut penunjukan tokonya sebagai suplier bedah rumah, H.Sitaba menjelaskan jika pihaknya ditunjuk dan membangun kesepakatan dengan kepala lingkungan Panaikang. Sementara didalam peraturan menteri PUPR tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan program BSPS tahun 2016, kelompok penerimalah yang seharusnya membangun kesepakatan.

Sementara itu, kepala Lingkungan Panaikang, Dg. Tutu tidak menampik pernyataan H. Sitaba tersebut. Dirinya menjelaskan jika keterlibatan dirinya dalam pengurusan proyek tersebut atas inisiatif Lurah Pattalassang dan akibat pihak Fasilitator, Dg. Punna, yang menurutnya tidak aktif mendampingi masyarakat dalam menyelesaikan pelaksanaan proyek tersebut. " saya diamanahkan oleh pak lurah bersama dengan teman, kepala lingkungan Je'ne Mattalassa. Karena tidak jadi-jadi kalau tidak kami ditindaki. Kasian masyarakat pak." jelasnya dalam sesi wawancara di salah satu warung di daerah Panaikang. Dg. Tutu juga tidak menampik keberadaan saldo sebesar 15 juta  hingga 20 juta rupiah yang masih belum tergunakan dalam rekening toko Faris Jaya.

Jika benar demikian, jelas pelaksanaan proyek bedah rumah tahun 2016 di kelurahan Pattalassang tersebut telah melabrak peraturan menteri PUPR tahun 2015 No. 39. Dan sudah barang tentu, pihak berwajib, dalam hal ini pihak kejaksaan ataupun kepolisian harus segera bertindak untuk melakukan investigasi lebih dalam. (Salam)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment