Hasanuddin : Itu Pelanggaran Serius!
Bedah Rumah Kelurahan Pattallassang Sisakan Saldo

By BAKINews 25 Mar 2017, 15:32:21 WIB Sulawesi Selatan
Hasanuddin : Itu Pelanggaran Serius!

Takalar, BKNews--Pelaksanaan proyek bedah rumah di kelurahan Pattalassang kecamatan Pattalassang yang masih menyisakan saldo hingga 15 juta rupiah serta melibatkan Kepala Lingkungan sebagai pengelola proyek membuat aktivis LSM REKAP, Hasanuddin Sau angkat bicara. Menurutnya, fakta tersebut merupakan salah satu pelanggaran serius yang harus segera ditindaki oleh pihak berwajib dan juga cerminan lemahnya pengawasan pihak terkait dalam pelaksanaan proyek yang berjumlah 30 unit tersebut.

Dari hasil sesi wawancara dengan salah satu "punggawa" LSM Rekap tersebut, Hasanuddin Sau dengan tegas menerangkan jika apa yang terjadi dalam proses pelaksanaan proyek bedah rumah BSPS tahun 2016 di kelurahan Pattalassang telah melabrak peraturan menteri PUPR no. 39 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan menteri Perumahan Rakyat tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. "Fakta menunjukkan jika pelaksanaanya jelas melanggar Permendagri tahun 2015 no.39. Dan saya kira itu adalah pelanggaran yang serius. Mana ada istilah saldo atau sisa uang dalam proyek bedah rumah?" jelasnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin Sau menjelaskan jika didalam aturan main pelaksanaan berdasarkan Permen tersebut, dana yang ada didalam rekening warga penerima bantuan seharusnya tidak boleh dicairkan 100% sebelum warga menerima seluruh bahan yang seharusnya diantarkan oleh pihak Suplier. " berdasarkan aturan, dana hanya boleh dicairkan 100% setelah pengantaran 100% dilakukan" Tambahnya. Dirinya juga mempertanyakan jenis dokumen apa yang diberikan kepada pihak Bank, sehingga dana bisa dicairkan hingga 100% sementara realisasi di Kelurahan Pattalassang belum 100%.

Selain itu, kesepakatan penunjukan toko Faris Jaya sebagai toko suplier menurutnya juga tidak sah secara aturan. Karena menurutnya tidak ada satu point pun didalam peraturan mengenai petunjuk teknis pelaksanaan bedah rumah yang melegalkan Kepala Lingkungan melakukan kesepakatan dengan pihak toko. "Tidak ada satu point pun diperaturan yang melegalkan kepala lingkungan untuk melakukan kesepakatan dengan Toko ataupun terlibat sedikitpun dalam kasus tersebut" tegasnya.

Sebelumnya, kepala Lingkungan Panaikang, Dg. Tutu membenarkan perihal kesepakatannya antara pihak toko dan dirinya. "Iya benar, saya yang meminta toko Faris Jaya untuk mensuplai bahan". Namun disisi lain, Dg. Tutu sempat menuturkan jika dirinya tidak mengetahui regulasinya dan sebenarnya tidak ingin terlibat dengan proyek tersebut. "saya diamanahkan oleh pak Lurah bersama dengan teman, kepala lingkungan Je'ne Mattalassa. Karena tidak jadi-jadi kalau tidak kami ditindaki. Kasian masyarakat pak. Dan saya tahu seharusnya saya tidak terlibat, tapi fasilitator yang seharusnya urus, bahkan saya sudah dua kali minta ke pak Lurah untuk mundur dari ini. Soal aturannya saya tidak tahu pak, yang saya tahu adalah bahan material bantuan harus sampai ke warga, sehingga saya bergerak. Itu saja" jelasnya. (Salam)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment