Mendengar Kapolres Susmelawati Rosya Dicopot, Bundo Kanduang Menangis Pada Aksi Damai

By BAKINews 10 Jun 2017, 09:48:28 WIB Kota Solok
Mendengar Kapolres Susmelawati Rosya Dicopot, Bundo Kanduang Menangis Pada Aksi Damai

Solok, BKNews--Ada yang menarik pada aksi damai seluruh elemen masyarakat (Kota) Solok yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Solok Senin lalu (5/6) menyikapi publikasi kasus dr Fiera Lovita yang berujung pada “babak belur”-nya nama baik Kota Serambi Madinah ini. Kaum ibu yang tergabung dalam Bundo Kanduang Kota Solok mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dengan dipimpin Ketua-nya Bundo Milda Murniati SPd MPd ikut turun ke jalan tersebut. Media ini tidak pernah mendapati fenomena ini sebelumnya.

“Ya, ini untuk pertama kalinya kita Bundo Kanduang Kota Solok ikut aksi damai turun ke jalan”, ujar Bundo Milda usai acara Jumpa Pers Pemerintah Kota Solok menyikapi perkembangan kasus tersebut, di Balaikota Solok, Jum’at (9/6).

Media ini menanyakan kenapa Bundo Kanduang Kota Solok harus ikut aksi ? Apakah tidak takut jika nantinya terjadi kerusuhan ? Bundo mengaku dia sudah tidak tahan lagi mendengar pemberitaan di media massa nasional sehubungan dengan kasus dr Fiera Lovita yang kesannya menganggap Kota Solok adalah tidak aman dan kota teror. Apalagi, masyarakat di kampung dan rantau tiap sebentar menghubungi dirinya dan bertanya.

“Karena sudah tidak tahan lagi, kita langsung menyatakan ikut serta saat pemuda Kota Solok merangkul untuk melakukan aksi damai. Tidak ada rasa sedikitpun. Tujuan kita ikut aksi kan tidak lain hanyalah ingin mengklarifikasi bahwa Kota Solok aman damai dan sangat toleran, tidak ada intimidasi dan persekusi. Hal ini dituangkan kedalam butir pernyataan sikap Forum Peduli Masyarakat Solok. Selurunya ada 11 butir pernyataan sikap”, kata Bundo.

Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati mengakui sebetulnya tidaklah mudah mengundang dan mengumpulkan seluruh Bundo kanduang yang ada di kelurahan dan kecamatan. Terlebih, para kaum ibu ini di bulan Ramadhan saat ini sangat disibukan dengan urusan pabukoan keluarga dan lainnya. Namun karena menyadari tanggungjawab Bundo Kanduang dan Ninik Mamak sebagai pemilik nagari ini, kaum ibu lengkap dengan pakaian adatnya menyatakan siap bergabung dengan rombongan aksi damai. “Kita memberitahunya hanya dengan pesan sms. Alhamdulillah seluruh Bundo Kanduang terjun full”, kata Bundo terharu.

Ketika aksi dilaksanakan di bunderan Simpang Surya Pasaraya Solok tersebut, Bundo Milda mengungkapkan sejumlah anggotanya sempat menangis berlinangan air mata. Kondisi ini terjadi saat orator dari masing-masing perwakilan forum menyebutkan Kapolres Solok Kota Susmelawati Rosya dicopot gara-gara kasus dr Fiera Lovita. Padahal, Kapolres Susmelawati sudah membantu oknum dokter bersangkutan secara maksimal.

“Kita benar-benar sangat sedih dan terharu. Kapolres Susmelawati sangat baik, ramah dan memasyarakat. Apapun kegiatan kita, dia ikut. Termasuk, pertemuan-pertemuan di Kantor LKAAM Kota Solok Lubuk sikarah dan kegiatan Panggung Pidato adat . Beliau sangat mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam memberikan pembekalan dan berbusana. Artinya, bagaimana dia harus bicara dengan kalangan generasi muda dan orang tua, tidaklah sama. Begitupun, pakaian apa yang harus dia pakai pada suatu acara. Susmelawati Rosya adalah Kapolres Solok Kota terbaik bagi kita di lingkungan Bundo Kanduang dan masyarakat Kota Solok. Kita benar-benar merasa sangat kehilangan”, kenangnya pedih.

Bundo Milda sebaliknya menyesalkan dan mengecam langkah yang ditempuh oknum dr Fiera Lovita dengan berbicara kesana-sini dengan sejumlah nara sumber non-Minang di media massa nasional. Padahal, tekannya, yang bersangkutan adalah orang Minang dan bagian dari Bundo Kanduang. Seharusnya, oknum dokter ini memahami betul bagaimana sikap prilaku atau pakobeh orang Minang (Bundo Kanduang) dalam (interkasi) kehidupannya sehari-hari.

Sementara itu, Jumpa Pers saat itu dipimpin langsung Walikota-Wakil Walikota Solok H Zul Elfian-Reinier dengan didampingi unsur Forkompimda Kota Solok, Ketua LKAAM Kota Solok H Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok Milda Murniati, dan Ketua MUI Kota Solok H Afrizal Thaib.

Dari Jumpa Pers, dinyatakan bahwa Pemko, Forkompimda dan kalangan masyarakat Kota Solok menyepakati bahwa Kota Solok menerima dengan baik jika dr Fiera Lovita ingin kembali ke Solok dan memaafkan dirinya. Karena, (Kota) Solok adalah kota yang sangat toleran dalam berkehidupan kebangsaan dan bernegara. Namun, proses hukum atas yang bersangkutan harus tetap berlanjut.

Wakil Direkur RSUD Solok El Fahmi yang juga hadir pada kesempatan jumpa pers tersebut- dimana tempat dr Fiera Lovita bekerja telah menegaskan pula bahwa tidak ada intimidasi oleh ormas atas dr Fiera Lovita pada pertemuan damai di rumah sakit tersebut. Bahkan, tambahnya, dia telah meminta persetujuan kesediaan terlebih dahulu kepada dr Fiera Lovita.

“Kalau ternyata dr Fiera Lovita tidak bersedia, kami tentu tidak bisa memaksanya. Ternyata, dia bersedia. Ormas pun datang dengan damai tanpa intimidasi dan hanya menginginkan dr Fiera Lovita meminta maaf secara langsung. Yang kemudian permintaan maaf ini dituangkan kedalam teks. Masalahnya klir dan dr Fiera Lovita bisa bekerja kembali seperti biasa”, tuturnya.

Untuk berjalan aman dan lancarnya dr Fiera Lovita ke Jakarta, Waka Polres Solok Kota Sumintak mengungkapkan Polres Solok Kota bahkan telah menerjunkan 2 petugas intelnya untuk mengawal oknum dokter ini ke BIM Ketapiang. Sementara mengenai tindaklanjut secara hukum atas kasus dugaan persekusi dokter ini, dia menyebutkan telah memeriksa 14 orang saksi.

Pada aksi damai Senin (5/6), Forum Masyarakat Peduli Solok telah menyampaikan 11 butir pernyataan sikap yang disampaikan langsung ke Polres Solok Kota dan diterima Waka Polres Solok Kota Sumintak. Pada butir 11, forum mendesak dr Fiera Lovita untuk menyampaikan permintaan maaf khususnya kepada masyarakat Solok, Sumatera Barat dan umat Islam secara resmi di sejumlah media massa dan medsos- baik daerah maupun nasional.

“Kami akan melanjutkan permasalahan ini ke ranah hukum dengan melaporkan dr Fiera Lovita kepada pihak kepolisian dengan aduan pencemaran nama baik daerah dan membuat keresahan di tengah masyarakat Kota Solok”, ucap perwakilan forum Yutris Can serius yang kesehariannya adalah Ketua DPRD Kota Solok dalam orasinya di bunderan Simpang Surya Pasaraya Solok.

Usai dari bunderan tersebut, rombongan forum melakukan longmarch ke Polres Solok Kota dan setibanya di kantor polisi ini lantas menyerahkan pernyataan sikap dimaksud yang diterima Waka polres Solok Kota Sumintak dengan mendesak Polres Solok Kota agar segera menindaklanjuti.

Atas hal itu, Waka Polres Sumintak berjanji akan segera menyerahkan laporan forum ke Kapolres Solok Kota Donny Setiawan. Jika nantinya masih dibutuhkan kelengkapan pemberkasannya, dia mengatakan akan menghubungi Korlap Forum Ramadhani Kirana Putra. (Ero)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment