MTQ Antar Jorong Di Lubuk Tarok Meriah

By BAKINews 05 Jun 2018, 11:54:15 WIB Sijunjung
MTQ Antar Jorong Di Lubuk Tarok Meriah

Sijunjung, BKNews

Pelaksanaan MTQ antar jorong di nagari Lubuk Tarok, yang berlangsung selama 3 hari tiga malam cukup meriah. Pada MTQ tersebut, berbagai cabang dilombakan, seperti, Tilawah, Haifiz Al Quran, Cerdas Cermat Isi kandungan Al Quran, khutbah Jumat dan bintang Qasidah. Hal itu, bertujuan untuk membudayakan pengamalan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

MTQ yang dimulai hari Minggu dengan mengelar pawai yang diringi dram band siswa Pondok Pesantren Dariul Falah, berlangsung meriah dan menarik perhatian masyarakat nagari Lubuk Tarok. Semua kegiatan berlangsung dibeberapa tempat dan ditutup Selasa malam di Masjid Raya Ihsan Lubuk Tarok yang masih terbengkalai tersebut, ini merupakan kegiatan tahunan di bulan Ramadhan, kata wali nagari Lubuk Tarok Zuriatman, menjawab pertanyaan awak media BAKI News, di Lubuk Tarok, di sela-sela kesibukannya mengadakan MTQ tersebut.

Disamping kegiatan MTQ, kata Zuriatman, tradisi Khatam Al Quran antar surau sepuluh malam terakhir Ramadhan, di Lubuk Tarok kabupaten Sijunjung, sampai tahun ini juga masih menjadi rebutan, terutama untuk mengundang para alim ulama. Pengurus surau, rebutan mengadakan khataman Al Quran, disamping waktunya terbatas, juga akibat semakin langkanya ulama di nagari.

Khatam Al Quran yang diadakan di setiap surau itu, merupakan lambang keberhasilan bersama para jama’ah tarwih, melaksanakan tadarus Al Quran selama bulan suci Ramadahan, sehingga, kegiatan khatam selalu dimeriahkan dengan makan bersama gulai kambing. Karena, menyembelih seekor kambing adalah suatu tradisi yang tidak bisa diabaikan.

Menurut H. Damhuri Malin Penghulu, salah seorang ulama di Lubuk Tarok, kegiatan khatam Al Quran di bulan puasa Ramadhan, selalu dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir. Berhubung jumlah surau yang cukup banyak, maka malam-malam terakhir itu jadi rebutan, terlebih lagi untuk mengundang ulama yang kini telah mulai langka.

Wali nagari Lubuk Tarok, Zuriatman menambahkan, ulama yang punya paham lama, memang mulai langka. Namun, kader-kader muda yang masih belajar, sekarang sudah mulai tumbuh. Apakah, kader-kader muda itu nantinya bisa menggantikan ulama yang tua-tua sekarang, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman, tentu waktulah yang bisa menjawabnya nanti.

Namun, pemerintahan nagari dan masyarakat, ujar wali nagari Zuriatman menambahkan kepada BAKI News, agar kader-kader muda yang sudah mulai tumbuh dan berkembang sekarang, bisa nantinya menjadi ulama yang tangguh sebagaimana yang diharapkan, sehingga, nagari Lubuk Tarok tidak kelangkaan ulama di masa mendatang. Sebab, kalau sudah ulama yang langka, itu suatu pertanda bahwa, sia’r Islam mulai sirna, kerusakan moral semakain bobrok, yang akhirnya bisa mengakibatkan munculnyan berbagai kejahatan. (Rusli/Tasmarinda)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment