Ninik Mamak Harus Siapkan Generasi Pengganti

By BAKINews 15 Okt 2018, 14:24:30 WIB Sijunjung
Ninik Mamak Harus Siapkan Generasi Pengganti

Keterangan Gambar : H.Epi Radisman Dt.Paduko Alam SH


Sijunjung, BKNews----Generasi muda sekarang, banyak yang tidak tahu dan memahami aturan adat dan budaya masyarakat nagarinya. Pada hal, adat dan budaya masyarakat nagarinya, merupakan jati dirinya sebagai generasi penerus. Untuk mempersiapkan generasi yang beradat, berbudaya dan beragama itu, di Sumatera Barat sebagai pusat wilayah Minangkabau pemimpin harus punya perhatian serius terhadap Adat, syarak dan budaya Minang, karena, kehidupan masyarakat Minangkabau adalah berdasarkan “ Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mengato dan adat memakai “ ( ABS/SBK ).

Falsapah itu selama ini hanya sekedar ungkapan kata-kata belaka, begitu pula sebutan, “ Tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin “, belum terlihat sama sekali pelaksanaannya di setiap daerah dan nagari. Walaupun sudah ada daerah yang memulai melaksanakannya, tetapi, belum menjadi program unggulan di Sumatera Barat, kata H.Epi Radisman Dt.Paduko Alam SH, ketua LKAAM kabupaten Sijunjung, sewaktu bincang-bincang dengan BAKI News, di Muaro Sijunjung beberapa hari lalu.

Ada pepatah mengatakan, “ Yang tahu dengan Taji, adalah ayam, yang tahu dengan kili-kili adalah jawi, yang tahu dengan kitab, adalah alim ulama, dan yang tahu dengan seluk beluk hukm adat, adalah ninik mamak “, Artinya, untuk menyelesaikan masalah perdata adat, sako dan pusako, sangat diperlukan Peradilan Adat di Sumatera Barat, sekaligus dengan mewujudkan Daerah Isitimewa Minangkabau ( DIM ). Dengan diberlakukannya Perda Nagari di Sumatera Barat nantinya, diharapkan hal itu bisa terwujud, tuturnya.

Khusus bagi ninik mamak di kabupaten Sijunjung, dalam menghadapi pemilu legislative mendatang, jangan ada yang jadi Golput, tetapi, hendaknya dapat pergunakan hak pilih itu untuk memilih pemimpin yang peduli dan punya perhatian yang sungguh-sungguh dan punya program terhadap pemberdayaan semua lembaga yang berdasarkan ABS/SBK. Apalagi, kalau dilihat akhir-akhir ini, lembaga adat seperti, KAN, LKAAM, Bundo kanduang dan MUI, tampaknya semakin dikerdilkan. Sementara ABS/SBK hanya dijadikan pemeo belaka.

Menghadapi pemilu legislative mendatang, ninik mamak sebagai panutan anak cucu kemenakan dan masyarakat di nagari, disamping selektif memilih calon pemimpin, juga harus mampu memberikan bimbingan kepada yang dipimpinnya. Terlebih lagi terhadap cucu kemenakan yang tergolong generasi muda, mereka harus dibina dan dibekali dengan adat dan budaya. Sebab,.kita selaku masyarakat Minangkabau masih kental dengan falsapah : Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ( ABS/SBK), dengan menegakan “ Tungku Tigo Sajarangan, Tali tigo sapilin “, yaitu adat, syarak dan undang-undang. (Rusli/Tasmarinda)

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment