Sijunjung Kekurangan Guru SD & SMP

By BAKINews 15 Okt 2018, 14:13:21 WIB Sijunjung
Sijunjung Kekurangan Guru  SD & SMP

Sijunjung, BKNews----Kendatipun sekarang ada penerimaan CPNS, khususnya di kabupaten Sijunjung untuk guru SD sebanyak 75 orang dan guru SMP sebanyak 25 orang. Namun, hal itu belum dapat memenuhi kebutuhan, karena, sekarang SD kekurangan guru sebanyak 616 orang dan SMP 205 orang. Artinya, nanti setelah ada penambahan, maka kekurangan guru SD sebanyak 541 orang, dan SMP 180 orang.

Bahkan, sebelum ada pengangkatan itu nantinya, yang diperkirakan bulan Maret 2019, kekurangan itu akan terjadi lagi, karena, ada yang pindah dan memasuki masa pensiun, kata sekretaris dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sijunjung Noviardi, menjawab pertanyaan awak media BAKI News, di ruang kerjanya, beberapa hari lalu, sehubungan dengan kekurangan guru selama ini.

Menurut Noviardi, untuk kelancaran proses belajar mengajar selama ini, maka hampir di setiap sekolah memakai tenaga guru honorer. Kendatipun imbalan yang mereka tidak setimpal, bahkan tidak wajar rasanya seorang sarjana sebagai guru, hanya menerima sekitar Rp 150.000/ bulan. Jika dilihat dari penghasilan yang diterima dengan tenaga dan waktu yang mereka curahkan, sungguh tidak pantas sekali.

Namun, dibalik pengabdian dan pengorbanan mereka itu, mereka selalu berharap kepada pemerintah, agar mereka yang telah mengabdi selama belasan tahun, kiranya dapat diangkat sebagai PNS, tanpa melalui tes, terutama yang umurnya sudah lewat dari 35 tahun, karena, untuk ikut tes CPNS sekarang, juga tidak bisa lagi. Satu-satunya yang mereka harapkan, hanya perhatian dan kebijakan pemerintah terhadap nasip dan masa depan mereka.

Nurhayati SPd, Salah seorang guru honorer di salah satu SD, yang ditemui awak media, di Muaro Sijunjung beberapa hari lalu, mengaku telah hampir 20 tahun menjadi guru honorer, dengan penghasilan sekitar RP 200.000/bulan. Umurnya telah lewat dari 35 tahun, dan tidak bisa masuk tes penerimaan CPNS sekarang, satu-satunya harapannya, adalah kebijakan pemerintah untuk bisa mengangkat dirinya sebagai guru PNS nantinya. Kalau tidak, pupuslah harapannya dan hancurlah masa depannya sebagai guru honorer. (Rusli/Tasmarinda)

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment